Cara Penentuan Awal Ramadhan dan Awal Syawal

 Puasa di Bulan Ramadhan adalah wajib hukumya bagi setiap muslim yang mampu. Dalam menentukan awal Ramadhan umat muslim menggunakkan beberapa metode. Metode-metode tersebut dinamakan rukyat dan hisab. Apa rukyat dan hisab itu, berikut ini penjelasannya.

Metode Rukyat

1. Rukyat
Rukyat atau dari beberapa sumber ada yang menulis rukyah, adalah suatu cara untuk menetapkan awai bulan Ramadhan, rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. . Bila cuaca mendung/buruk, sehingga bulan tidak dapat dilihat, maka hendaklah menggunakan istikmal (menyempurnakan bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari).

Cara diatas dapat digunakan untuk menentukan awal dan akhir Ramadhan (awal bulan syawal), sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah kamu karena melihat hilal (bulan) dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal) 30 hari.” (Bukhori – 1776).
2.  Hisab
Hisab adalah suatu cara untuk menetapkan awal bulan Ramadhan, dengan menggunakan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Semoga informasi Cara Penentuan Awal Ramadhan dan Awal Syawal dapat menambahpengetahuan Anda seputar metode penentuan awal puasa dan awal idul fitri.

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan memberi komentar
*Jangan mencantumkan live link